Cari Blog Ini

Senin, 29 Agustus 2011

Sembuh dari Lupus

PERIHAL LUPUS
Penyakit Lupus adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
1.            Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
2.            Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
3.            Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
4.            Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
5.            Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya.
Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk gejala LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.

Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
·          Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
·      Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara. Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.



Dr.Neil Solomon Md,PhD

"Dari semua hasil riset saya di John Hopkins, saya belum pernah menemukan satupun obat yang dapat melakukan seperti apa yang dapat dilakukan oleh buah Noni alami ini" .

Terdapat masalah-masalah pada sistem kekebalan tubuh lainnya yang tidak berhubungan dengan Lupus. Sebagai contoh, Myasthenia Gravis dan penyakit Addison dimana keduanya adalah ketidaknormalan yang terjadi di dalam tubuh dimana sistem kekebalan menyerang tubuh sendiri. Pada Myasthenia Gravis, tubuh menciptakan antibody – antibodi yang melawan sendiri penerima asetitkolin yang terdapat pada otot-otot syaraf. Akibatnya terjadi kelemahan otot dan kelelahan.

Penyakit Addison muncul di saat sistem kekebalan menyerang kelenjar adrenal Yang merupakan tempat dimana beberapa hormon tubuh di Produksi. Tanpa adanya produksi hormon-hormon tersebut maka tubuh tidak akan tumbuh sebagaimana mestinya, seseorang akan mengalami kelelahan yang kronis dan makin memburuk, tekanan darah yang mudah turun, dan akan mudah sekali terkena penyakit lain seperti flu.
Dengan berbagai macam kelainan sistem kekebalan tubuh tersebut, Dr. Neil Solomon percaya tahitian noni dapat membantu dengan berbagai cara. Pertama, tahitian noni dapat membantu dalam hal pencegahan. Bila sistem kekebalan tubuh anda tidak berfungsi secara benar, maka seseorang perlu berhati-hati untuk tidak tertular penyakit umum lainnya agar tidak meledak menjadi penyakit yang berat. Noni mengatur seluruh sistem kekebalan tubuh dan membantu mempertahankan kesehatan yang optimal Banyak orang yang melaporkan bahwa mereka memilih noni di saat bepergian, dimana pertahanan tubuh sedang rendah. Pejuang-pejuang kuno dari Polynesia biasanya menggunakan buah noni untuk menjaga stamina dan kekuatan oldeka pada waktu mereka bepergian dari satu pulau ke pulau Iainnya.
Cara lain dimana noni mampu menolong kelainan pada sistem kekebalan tubuh adalah melalui mekanisme pembentukan selular yang ditunjang oleh kandungan nutrasetikal dalam noni. Beberapa dokter percaya bahwa kandungan nutrasetikal dalam noni dapat memmbantu membangkitkan organ-organ yang telah diserang oleh sistem kekebalan tubuh yang abnormal.
Mendiang Dr. Mona Harrison, seorang lulusan Harvard yang telah mempelajari dalam menggunakan tahitian noni dalam praktek medisnya, mengemukakan teori bahwa noni berperan dalam merangsang beberapa kelenjar pada sistem endokrin sehingga meningkatkan produksi harmon yang lebih baik dan meningkatkan keseimbangan tubuh.
Dalam penelitian Dr. Neil Solomon, dari 162 orang yang positif menderita dan mengkonsumsi tahitian noni , 55% di antaranya melaporkan hasil yang baik. Demlkian juga Dr. Neil Solomon menemukan dari 4.036 orang yang mengkonsumsi noni untuk membantu permasalahan imunitas mereka, 79% di antaranya memperlihatkan adanya penurunan terhadap gejala-gejala yang negatif.
Dosis penggunaan Noni: jumlah konsumsi rata-rata dari 55% responden yang mengalami kemajuan kesehatan yang positif adalah 105 cc setiap hari. Sedangkan 79% dari mereka yang secara rata-rata mengkonsumsi 105 cc setiap hari melaporkan hasil yang positif atas permasalahan imunitas mereka.

Penanganan Penyakit Lupus dengan Tahitian Noni Juice.
Dalam penanganan Penyakit Lupus dengan Tahitian Noni Juice ditemukan beberapa testimoni sembuh dengan takaran minum : 
40ml/ 4 sendok makan x 4 dalam sehari atau bisa lebih.
1.            Bangun tidur [perut kosong]
2.            Jam 11.00 [perut kosong]
3.            Jam 16.00 [perut kosong]
4.            Akan tidur [perut kosong]

Jika Penyakit Lupus sudah parah [terutama jika sudah ada masalah dengan ginjal], coba diawali dengan 1 sendok makan 4x sehari [tiap 6 jam]. Kemudian takaran ditingkatkan seiring dengan kondisi kebugaran pasien.


TESTIMONI RUTNAWATI SAGALA :


Rutnawati Sagala, 35 tahun telah mempercayakan kepada Tahitian Noni Juice untuk menjaga vitalitas tubuhnya. Selama 6 bulan ini, ia terus mengonsumsi Tahitian Noni Juice untuk menghadapi tantangan dalam aktifitas pekerjaan sehari-hari tanpa perlu cemas jika staminanya menurun. Keyakinan ini timbul setelah Tahitian Noni Juice mampu menjinakkan Penyakit Lupus yang dideritanya dan baru terdiagnosa pada Maret 2008 lalu.

Tidak hanya stamina serta vitalitas tubuh saja yang dirawat oleh Tahitian Noni Juice melainkan mampu menjaga immunitas tubuh dari virus Lupus. Untuk Rut, anak ke 4 dari 7 bersaudara ini, mulai merasakan keanehan yang terjadi pada tubuhnya 10 tahun yang silam. Muncul ruam-ruam merah yang cukup menganggu pada sekujur tubuhnya. “Awalnya di wajah, kemudian menjalar ke seluruh tubuh dan kepala. Namun medis belum bisa mendiagnosa, dokter hanya curiga bahwa ini hanya penyakit kulit,” jelas Rut.

Lima tahun kemudian, tahun 2003, gejala yang ditonjolkan Penyakit Lupus ini semakin mengerikan, ruam-ruam merah muncul semakin banyak dan kulit melepuh di seluruh tubuh. “Sampai-sampai semua (maaf) bulu yang ada di tubuh rontok,” cerita Rut. Namun tetap saja medis masih belum bisa mendeteksi apa yang menyebabkan Rut mengalami hal seperti itu. Hingga suatu hari, seorang Dokter di RS Adven Bandung curiga dengan gejala yang dialami Rut. Semakin hari kondisinya semakin parah dan bahkan ia telah divonis akan meninggal. Dengan menjalani serangkaian test, akhirnya diketahui bahwa ia mengidap penyakit Lupus.
“Puji Tuhan, yang masih mengijinkan saya hidup, berkat Tahitian Noni Juice yang ditelusuri adik ipar saya melalui internet, saya mencoba mengkonsumsinya. Dan hasilnya, saya masih berada disini dan menceritakan semua pengalaman hidup saya yang cukup mengerikan,” terang Rut. Rut menambahkan bahwa, tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin di dunia ini. Dan Rut yakin bahwa Tahitian Noni Juice memang diciptakan Tuhan untuk membantu orang-orang yang menderita penyakit Lupus seperti dirinya.


TAKARAN MINUM YANG DISARANKAN
40ml/ 4 sendok makan x 4 dalam sehari
·                     Bangun tidur
·                     Jam 11.00 [perut kosong]
·                     Jam 16.00 [perut kosong]
·                     Akan tidur

TESTIMONI KESEMBUHAN RUTHIA PASARIBU

Dara manis bernama Ruthia Pasaribu kini merasa plong dalam menjalani hidupnya. Bahkan jika harus beraktifitas selama 24 jam pun ia tidak akan keberatan, karena imunitas tubuhnya sudah kembali normal. Ia malah merasa lebih kuat dari sebelumnya.

Juli 2006 menjadi awal penderitaan Ruth, begitu ia terdiagnosa Penyakit Lupus. Mulanya tubuh Ruth timbul lebam. Lama kelamaan lebam tersebut semakin banyak dan terasa sakit. Anehnya lagi, Ruth merasa tubuhnya semakin lama semakin melemah. Padahal ia sudah memenuhi kebutuhan gizi, nutrisi dan lainnya untuk tubuh. “Jika saya beraktifitas selama 4 jam, saya harus menggantikan energi saya dengan tidur selama 3 hari,” cerita Ruth.

Medis mendiagnosa bahwa ini adalah Gejala Lupus, penyakit yang menyerang imunitas tubuh. Satu satunya penakluk adalah steroid. Benar saja, dalam waktu 3 minggu, steroid mengembalikan vitalitas Ruth, sayangnya steroid berimbas pada kerapuhan pada tulang untuk jangka lama. “Obat itu adalah mesin pembunuh jangka panjang,” katanya.

Tak ingin memperparah kondisi dengan meminum steroid, Ruth memilih berbaring di rumah. Ia lalu mengalami depresi berat dengan kondisi tubuhnya. Derita Ruth membuat sang mama merasa miris akan kondisinya. Sampai akhirnya doa untuk kesembuhan putrinya terkabul dengan diperkenalkannya Ruth dengan Tahitian Noni juice.

Awalnya Ruth tidak mau karena harganya mahal dan ia pesimistis dengan hasilnya. Tapi melihat kondisi mamanya yang menderita sakit ginjal dan jantung bisa sembuh, Ruth mencoba meminumnya. Benar saja, dalam sebulan imunitas Ruth kembali seperti semula. Ia sudah bisa kembali beraktifitas. “Tuhan mengabulkan doa saya atas kesembuhan dan merayakan natal tahun ini bersama keluarga. Terima kasihTahitian Noni juice.

TAKARAN MINUM YANG DISARANKAN
40ml-60ml/ 4 sendok makan x 4 dalam sehari
·                     Bangun tidur
·                     Jam 11.00 [perut kosong]
·                     Jam 16.00 [perut kosong]
·                     Akan tidur


Informasi dan Pemesanan hubungi :
 
Liliana - 08174723521

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog yang berisi berbagai macam berita dan artikel menarik buat tempat nongkrong